ERPAS / Studi Kasus
Studi kasus 06 · Presensi

Daftar hadir menjadi lebih berguna ketika terhubung dengan siswa, pegawai, jadwal, dan tindak lanjut.

Presensi bukan hanya mencatat hadir atau tidak hadir. Sekolah membutuhkan konteks: siapa yang seharusnya hadir, pada kegiatan apa, di unit mana, dan kapan kondisi tertentu perlu mendapatkan perhatian.

Daftar hadir menjadi lebih berguna ketika terhubung dengan siswa, pegawai, jadwal, dan tindak lanjut.

Ketika sekolah ingin melihat pola kehadiran

Jika data kehadiran berada di tempat terpisah, operator harus menyandingkan daftar hadir dengan siswa, kelas, guru, dan jadwal. Ketika terhubung, presensi menjadi bagian dari aktivitas sekolah yang dapat ditindaklanjuti.

1
Jadwal menjadi acuanKehadiran ditempatkan pada kegiatan dan waktu yang tepat.
2
Siswa atau pegawai dicatatData hadir, terlambat, izin, atau tidak hadir masuk pada identitas yang benar.
3
Kondisi tertentu dapat ditinjauSekolah dapat melihat pola atau pengecualian yang membutuhkan perhatian.
4
Informasi dapat diteruskanKepala sekolah atau pihak terkait memperoleh informasi tanpa membuat daftar baru dari nol.

Apa yang biasanya menyulitkan tim Anda?

Ketika proses ini berdiri sendiri, informasi mudah berpindah ke spreadsheet, chat, formulir, atau aplikasi lain. Akibatnya, staf perlu memeriksa ulang data yang sebenarnya sudah pernah dibuat.

Apa yang berubah ketika proses terhubung?

Informasi yang sudah terbentuk dapat dipakai oleh proses berikutnya. Tim Anda bekerja pada data yang sama, dengan tampilan dan kewenangan yang sesuai perannya.

Yang Anda dapatkan

  • Kehadiran lebih mudah dikaitkan dengan aktivitas sekolah.
  • Pengecualian lebih cepat terlihat.
  • Rekap manual antar-daftar berkurang.